“Dalam perhitungan manusia, selalu ada kekurangan; dalam perhitungan Tuhan, selalu ada kelimpahan.” –
Uskup Agung Fulton Sheen (Archbishop Fulton Sheen)
“In the reckoning of men there is always a deficit; in the arithmetic of God, there is always a surplus.” Archbishop Fulton Sheen

Pernahkah Anda merasa seperti tidak pernah cukup? Tidak cukup waktu, uang, atau pencapaian? Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, kita sering terjebak dalam perhitungan yang tak berujung. Namun, ada sebuah kebenaran universal yang dapat membebaskan kita dari belenggu keterbatasan: kelimpahan ilahi.
Uskup Agung Fulton Sheen pernah berkata, “Dalam perhitungan manusia, selalu ada kekurangan; dalam perhitungan Tuhan, selalu ada kelimpahan.” Kata-kata bijak ini mengajak kita untuk mengalihkan pandangan kita dari kekurangan menuju kelimpahan yang tak terbatas.
Sebagai manusia, kita cenderung fokus pada apa yang kita tidak miliki. Kita khawatir tentang masa depan, membandingkan diri dengan orang lain, dan terjebak dalam siklus keinginan yang tak berujung. Namun, perspektif ilahi menawarkan pandangan yang jauh lebih luas. Tuhan melihat potensi dan kemungkinan yang jauh melampaui apa yang kita bayangkan.
Kelimpahan yang dimaksud bukan hanya soal materi. Ini adalah aliran kasih tak terbatas yang meliputi kita. Bayangkan diri Anda sebagai sebuah gelas yang kosong. Ketika Anda membuka hati, Tuhan akan menuangkan kasih, rahmat, dan kebijaksanaan-Nya ke dalam gelas itu. Dan tidak peduli seberapa sering Anda meminumnya, gelas itu akan selalu terisi kembali.
Kelimpahan bisa hadir dalam bentuk sederhana, seperti senyuman seorang anak, keindahan alam, atau sebuah kata-kata penyemangat dari teman. Ketika kita belajar untuk menghargai hal-hal kecil ini, kita akan merasakan betapa kayanya hidup kita.
Mempercayakan hidup kita kepada Tuhan berarti melepaskan kendali dan membiarkan-Nya memimpin. Ini bukan berarti kita menjadi pasif, tetapi lebih kepada kepercayaan bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih baik untuk kita. Ketika kita merasa ragu atau takut, ingatlah kisah-kisah dalam kitab suci tentang mukjizat perbanyakan roti dan ikan. Ini adalah simbol bahwa Tuhan selalu menyediakan lebih dari cukup bagi kita.
Ketika kita hidup dalam kesadaran akan kelimpahan, kita akan merasakan kedamaian yang mendalam. Kita tidak lagi merasa kekurangan, karena kita tahu bahwa segala sesuatu yang kita butuhkan telah disediakan. Kelimpahan juga membuka hati kita untuk berbagi dengan sesama. Dengan berbagi berkat yang kita terima, kita tidak hanya membuat orang lain bahagia, tetapi juga memperkaya hidup kita sendiri.
Mulai hari ini, cobalah untuk mencari dan menghargai kelimpahan yang ada di sekitar Anda. Berlatihlah bersyukur, berbagi dengan sesama, dan membuka hati untuk menerima berkat-berkat Tuhan. Dengan demikian, Anda akan mengalami transformasi dalam hidup Anda.
