Hari Minggu kemarin, kita memperingati pesta Epifani, sebuah perayaan yang mengisahkan perjalanan Majus, atau Tiga Raja, seperti yang diceritakan dalam Injil Matius. Cerita ini tidak hanya penuh misteri dan kebingungan, tetapi juga mengandung kebenaran teologis yang mendalam, yang membawa kita lebih dekat kepada inti wahyu Alkitabiah.
Majus, yang disebut “magoi” oleh Matius, mungkin adalah para bijak, ahli sihir, atau astrolog. Mereka, berasal dari budaya Kaldia, wilayah kuno di Mesopotamia yang terletak di antara Sungai Tigris dan Efrat. Kaldia adalah pusat budaya dan agama yang penting pada zaman kuno, dan bangsa Kaldia dikenal sebagai bangsa yang cerdas dan berpengetahuan.

Ketika mereka melihat bintang tersebut, mereka meninggalkan negara mereka. Mengapa? Mereka tahu bahwa bintang itu adalah tanda kelahiran raja baru bagi orang Yahudi. Tindakan mereka ini luar biasa, mengingat mereka adalah orang-orang penting dalam budaya Kaldia, mungkin patriark, yang terhubung erat dengan tradisi dan sejarah bangsa mereka. Mencari raja dari bangsa asing karena sebuah bintang menunjukkan adanya sesuatu yang transnasional, yang melampaui batas-batas nasional, dalam hati orang-orang ini.
Alkitab menunjukkan bahwa Israel, dalam kekhasannya, bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk seluruh dunia. Hal ini menandakan adanya unsur transnasional dalam inti minat nasional kuno Israel. Raja Yehuda, penerus Daud yang tinggal di Yerusalem, sejatinya ditakdirkan tidak hanya untuk bangsa sendiri tetapi juga untuk memerintah semua bangsa. Nasionalisme dan patriotisme memang indah, tetapi sering kali membawa konflik dan perang karena batas-batas nasional. Kebutuhan akan sesuatu yang melampaui kekhususan bangsa menjadi sangat penting di sini.
Majus, dalam perjalanan mereka, menunjukkan bahwa Raja Israel bukan hanya raja bagi bangsa mereka sendiri, tetapi juga ditakdirkan menjadi raja bagi seluruh dunia. Ini merupakan antisipasi dari kearifan yang ditemukan dalam Alkitab dan yang, menurut saya, direalisasikan secara kuat dalam gereja Katolik selama berabad-abad. Gereja Katolik telah mengirim misionaris ke seluruh dunia untuk menyebarkan pesan tentang Kristus Raja. Para misionaris ini telah bekerja keras untuk membangun jembatan antara orang-orang dari berbagai budaya dan latar belakang. Mereka telah membantu orang-orang dari seluruh dunia untuk melihat bahwa mereka adalah bagian dari satu keluarga di dalam Kristus.
Simbol bintang, Bintang Betlehem, memiliki kualitas yang melampaui batas nasional. Bintang, bulan, dan matahari dapat dilihat dari mana saja, melambangkan sesuatu yang melampaui batas-batas nasional. Inilah kekuatan dari pesta Epifani. Epifani menunjukkan adanya sesuatu yang melampaui identitas nasional kita, yaitu Kristus Raja, yang mengundang kita semua untuk meninggalkan partikularitas kita demi kepemimpinan bersama.
Kita dapat menerapkan pesan Epifani dalam kehidupan kita sehari-hari dengan berusaha untuk melihat semua orang sebagai saudara dan saudari dalam Kristus, terlepas dari kebangsaan mereka. Kita dapat melakukannya dengan belajar tentang budaya dan tradisi orang lain, dan dengan berusaha untuk membangun hubungan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Dengan menerapkan pesan Epifani dalam kehidupan kita, kita dapat membantu menciptakan dunia yang lebih adil dan damai, di mana semua orang diperlakukan dengan hormat dan martabat.
